Cara Hack Bank Israel 2022

Cara Hack Bank Israel
Cara hack Bank Israel, apakah bisa? Perlu diketahui bahwa kasus peretasan yang dilakukan oleh para peretas terhadap City Union Bank di India pada 6 Februari lalu.

Rupanya itu bukanlah kasus pertama pembobolan Bank melalui platform SWIFT yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Rentetan kasus tersebut memperlihatkan lemahnya platform.

SWIFT atau Society for Worldwide Interbank Telecommunication merupakan sebuah sistem notifikasi pesan keuangan global.

Yang dimana ribuan Bank dan lembaga keuangan di penjuru dunia melakukan aktifitas transfer miliar dollar setiap hari.

Pada Februari 2016, dunia perbankan dikejutkan dengan aksi pembobolan oleh para peretas yang berhasil mencuri uang sekitar US$.81 juta atau yang setara dengan Rp 1 triliun dari Bank Sentral Bangladesh.

Para peretas menggunakan malware yang memungkinkan mereka membajak software SWIFT Bank tersebut untuk mentransfer uang dan menyembunyikan jejak.

Untuk mengetahui informasi yang lebih jelas dan lengkap tentang cara hack Bank Israel, silahkan simak terus pembahasan dibawah ini sampai selesai.


Tentang Cara Hack Bank Israel

Cara Hack Bank Israel
Tentang Cara Hack Bank Israel
Menurut konsultan teknologi, BEA System Applied Intelligence seperti yang dikutip dari situs www.bankinfosecurity.com, sudah ditemukan malware yang dikembangkan oleh seorang individu di Bangladesh.

Malware tersebut mengandung fungsi sangat canggih untuk berinteraksi dengan software SWIFT yang dijalankan oleh Bank yang menjadi korban.

Sudah dua tahun peristiwa perampokan ini terjadi, akan tetapi sampai sekarang belum terpecahkan.

Pada Oktober tahun 2017 lalu, dunia perbankan kembali dikejutkan dengan pembobolan di Far Eastern International Bank di Taiwan sebanyak US$.60 juta digondol para peretas.

Dikutip dari situs thehackernews.com, para peretas tidak bertanggung jawab atas menanam malware pada beberapa server Bank dan melalui sistem SWIFT bank yang dibobol.

Sedangkan Far Eastern International Bank dalam keterangannya mengakui bahwa ada beberapa hacker yang identitasnya belum diketahui sampai sekarang dan sedang berusaha mengunduh malware pada komputer dan server Bank.

Yang paling krusial-nya adalah, para peretas hendak meretas terminal SWIFT, yang digunakan Bank.

Kemudian mereka akan mentrasfer uang hampir US$.60 juta ke beberapa rekening di Amerika Serikat, Kamboja dan juga Sri Langka.

Beruntungnya, pemberitaan Central News Agency melaporkan bahwa sebagian besar uang milik Bank yang dicuri berhasil ditarik.

Akan tetapi, tersisa sekitar US$.500.000 yang belum dapat diselamatkan Bank, karena kedua pelaku peretasan telah ditahan.

Bank Sentral Rusia rupanya juga pernah kebobolan melalui jaringan pembayaran SWIFT, dengan kehilangan sekitar US$.6 juta.

Pengakuan tersebut baru disampaikan pada Jumat 16 Februari 2018 lalu, padahal kejadiannya sudah terjadi pada 2017.

Dalam keterangannya, Bank Sentral Rusia menjelaskan bahwa para peretas berusaha mengambil alih sebuah komputer di Bank Sentral.

Pasalnya, mereka menggunakan fasilitas transfer untuk memindahkan jutaan roubles pada rekening peretas.


Cara Hacker Israel Bobol Komputer

Cara Hack Bank Israel
Cara Hacker Israel Bobol Komputer
Setelah mengetahui sedikit informasi tentang cara hack Bank Israel, kini akan kami bagikan juga seputar cara sempurna hacker Israel dalam membobol sebuah komputer.

Dengan kecanggihan tekhnologi sekarang ini, hacker sudah selangkah lebih maju dari ilmuan.

Hal tersebut terbukti mereka yang berhasil meretas komputer paling aman di dunia yang bahkan tidak tersambung dengan internet.

Komputer paling aman di dunia yang sering digunakan sebagai alat penyimpanan data-data penting, seperti perbankan dan militer.

Karena itulah, komputer yang digunakan harus mengadopsi tekhnologi "Air-Gapped".

Teknologi ini dengan cerdas mengisolasi komputer dari internet dan koneksi jaringan lainnya, sehingga sistem keamanannya juga sudah diatur ke level tertinggi.

Dapat dikatakan, komputer jenis ini sebelumnya cukup sulit atau bahkan mustahil untuk dibobol.

Sayangnya hal tersebut kini tinggal kenangan, karena hacker Israel bernama Mordechai Guri dan Profesor Yuval Elovici menemukan cara untuk meretas komputer 'air-gapped'.

Menurut kedua hacker itu, kuncinya dalah panas!

Untuk melakukan peretasan, yang mereka butuhkan hanyalah menyisipkan virus bernama BitWhisper komputer 'air-gapped' dan komputer biasa lain yang ada di dekatnya.

Setelah melakukannya, virus akan mengambil alih sensor panas di kedua komputer dan mengatur kapan pendingin bisa menyala.

Nah, perubahan suhu kedua komputer itulah yang diklaim dapat digunakan sebagai "kode" untuk mengirim dan menerima data.

Jadi, meskipun komputer super aman dengan teknologi "air-gapped" itu tidak terkoneksi internet, namun data di dalamnya masih dapat dikirim ke komputer kedua yang mempunyai koneksi internet.

Akhirnya, data berharga juga bisa dikantongi hacker dengan sangat mudah.

Untungnya, syarat yang harus ada untuk melaksanakan teknik peretasan "panas" ini membuatnya sulit dilakukan di dunia nyata.

Akan tetapi, Mordechai Guri mengaku kalau hal tersebut mungkin saja terjadi.

Skenarionya, harus ada dua buah komputer yang diletakkan dalam satu meja berdekatan dan salah satunya adalah komputer "air-gapped" dan yang lainnya komputer biasa dengan internet.

Teknik ini bisa dilakukan di dunia nyata, akan tetapi belum ada yang berhasil melakukannya," ujar hacker yang ternyata juga merupakan pakar teknologi Universitas Ben-Gurion, Israel, Daily Mail (23/03).


Akhir Kata

Itulah sedikit informasi seputar tentang cara hack Bank Israel yang dapat kami bagikan dan perlu anda ketahui.

Semoga dengan adanya pembahasan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda seputar informasi dunia peretasan yang sedang banyak terjadi.

Dengan mengetahui informasi tentang panasnya dunia hacker, anda bisa lebih waspada lagi dan meningkatkan sistem keamanan dari sebuah data pribadi.

Sedikit kelemahan yang anda miliki bisa menjadi celah atau kesempatan besar bagi para hacker untuk mengambil alih semuanya. Sekian dan semoga bermanfaat.
Dody S. Praktisi teknologi, editor dan jurnalis di 1001Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel