Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja 2022

Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja
Cara menyusun berkas lamaran kerja memang banyak dicari oleh para kaum muda untuk melamar pekerjaan.

Seperti yang kita ketahui bahwa berkas lamaran yang lengkap belum cukup meyakinkan untuk membuat perusahaan menerima lamaran Anda.

Berkas lamaran kerja tersebut perlu disusun kembali dengan cermat dan tertata agar memudahkan HRD dalam melalukan seleksi.

Selain itu, berkas tersebut mencerminkan bahwa diri anda merupakan orang yang teratur. Akan tetapi sebagian orang khusunya kaum muda yang baru ingin bekerja, masih belum tau cara menyusun berkas lamaran secara baik dan benar.

Lalu bagaimana cara menyusun berkas lamaran kerja yang benar dan baik? Untuk lebih jelasnya, mka anda bisa simak informasinya di bawah ini.


Begini Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja yang Tepat

Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja
Begini Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja yang Tepat 
Sebelum melamar di suatu pekerjaan, anda akan diminta untuk menyusun sebuah berkas kerja. Berkas pekerjaan yang baik dan benar merupakan syarat utama untuk bisa diterima bekerja.

Nah, bagi anda yang belum tau cara menyusun berkas lamaran pekerjaan, maka anda simak langkah-langkak cara meyusun berkas kerja yang baik da benar sebagai berikut:


1. Pas Foto

Pas foto merupakan berkas pertama yang harus anda letakkan pada bagian paling atas. Susunan pas foto ini merupakan hal paling dasar yang harus diingat oleh setiap pelamar pekerjaan.

Bentuk dan ukuran pas foto yang lebih kecil dibandingkan berkas lainnya membuat ia harus diletakkan di atas sendiri agar mudah dilihat dan jika pas foto tersebut hilang atau jatuh akan mudah diketahui.

Selain ukurannya, meletakkan pas foto paling depan menjadi cara menyusun berkas lamaran kerja yang tepat dan benar karena wajah pelamar akan mudah diingat oleh HDR.


2. Fotokopi KTP

Setelah pas foto, cara menyusun berkas lamaran kerja berikutnya yakni dengan memasukkan fotokopi KTP.

Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, KTP juga memiliki ukuran yang kecil sehingga sudah seharusnya dilampirkan pada bagian depan agar mudah terlihat dengan jelas.

Berkas fotokopi KTP ini merupakan bagian yang tak kalah penting untuk dilampirkan karena ia menjadi bukti bahwa Anda adalah warga negara Indonesia yang telah diakui.

Oleh karena itu, jangan sampai anda melupakan lampiran fotokopi KTP saat akan melamar pekerjaan di suatu perusahaan.


3. Fotokopi NPWP

Fotokopi NPWP ini sebenarnya tidak wajib dilampirkan pada berkas pekerjaan, karena tak semua perusahaan meminta serta tidak setiap orang memilikinya.

Namun, jika memilikinya maka anda wajib mengikuti cara menyusun berkas lamaran kerja dengan benar yakni dengan meletakkannya setelah KTP.

Bentuk serta ukuran dari NPWP ini tidak jauh berbeda dengan KTP bahkan hampir sama hanya informasi dan kegunaannya saja yang berbeda.

Jika belum memilikinya, maka anda bosa mengurusnya sejak dini karena dokumen satu ini bisa dibutuhkan sewaktu-waktu dan kapan saja.


4. Surat lamaran kerja

Usai berkas-berkas berukuran cukup mungil tersebut, maka bagian berikutnya cara menyusun berkas lamaran kerja adalah menulis surat lamaran kerja.

Anda bisa membuat surat lamaran tersebut dengan menulis tangan di kertas folio bergaris atau mengetiknya terlebih dahulu di laptop atau komputern yang anda miliki.

Di balik rupanya, pastikan surat lamaran kerja yang sudah anda ditulis dalam keadaan jelas, bahkan jika perlu anda bisa cek kembali sebelum menyerahkannya.

Selain menulis surat lamaran kerja, anda juga bisa melampirkan berkas-berkas lainnya dengan menyebutkannya pada berkas tersebut.


5. Daftar riwayat Hidup atau CV

Cara menyusun berkas lamaran kerja setelah surat lamaran yakni meletakkan CV atau daftar riwayat hidup.

Pada proses ini banyak sekali orang yang keliru meletakkan berkas tersebut yaitu di depan CV padahal seharusnya ia diletakkan setelahnya.

Mengapa demikian? Karena anda harus menyampaikan maksud dan tujuan beserta posisi yang ingin diisi terlebih dahulu.

Anda bisa tulis daftar riwayat hidup tersebut dengan data yang sebenar-benarnya agar anda bisa menanggung jawabkannya. Selain itu, anda juga bisa tulis informasi yang perlu dan relevan dengan pekerjaan yang sedang anda lamar.


6. Fotokopi Ijazah

Cara menyusun berkas lamaran kerja berikutnya yakni melampirkan ijazah pendidikan terakhir yang pernah anda tempuh.

Penyusunan berkas lamaran kerja satu ini harus diperhatikan dan jangan sampai terlalu belakang atau terlalu depan karena para HRD biasanya akan mencocokkanya dengan daftar riwayat hidup yang telah anda cantumkan.

Dengan adanya ijazah tersebut menjadi bukti bahwa anda sudah lulus dan pernah menempuh pendidikan di sekolah atau universitas.

Tak hanya itu, ijazah juga bisa menentukan bahwa anda layak atau tidak menempati posisi yang sedang anda lamar.

Karena semakin tinggi ijazah pendidikan anda, maka kemungkinan peluang di terima di pekerjaan tersebut akan lebih besar.


7. Fotokopi Transkrip Nilai

Setelah melampirkan ijazah, cara menyusun berkas lamaran kerja selanjutnya yakni dengan melampirkan transkrip nilai SKHUN.

Berkas tersebut berisikan nilai-nila yang anda peroleh semasa menempuh pendidika . Berkas satu ini bisa dibilang satu paket dengan ijazah karena tidak jarang para HRD melihat kandidat berdasarkan nilai yang dimiliki si pelamar.

Namun, anda tak perlu khawatir dan berkecil hati jika memiliki nilai yang kurang memuaskan karena tidak semua perusahaan atau HRD melihat sebuah nilai tersebut sebagai acuan untuk diterima kerja

Terlepas dari itu semua, cukup dengan melampirkan fotokopi transkrip atau SKHUN dan tunjukkan agar anda bisa lolos saat seleksi berkas.


8. Fotokopi SKCK

Selanjutnya yakni dengan menyerahkan fotokopi SKCK. Lembar SKCK tidak jauh berbeda dengan surat lamaran, CV, ijazah dan transkrip sehingga harus anda letakkan dengan ukuran yang sama.

Mungkin, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa surat satu ini sangat penting disertakan saat hendak cara menyusun berkas lamaran kerja karena ia bisa menjadi nilai tambah di mata HRD tempat anda melamar pekerjaan.

Ketika anda hendak melampirkan surat ini, alangkan baiknya anda lebih teliti dan memastikan apakah SCKC tersebut masih berlaku atau tidak, karena SCKC biasanya akan habis atau kadaluarsa dalam waktu 6 bulan saja.

Jika SCKC sudah kadaluwarsa, maka sebaiknya anda perbarui kembali ke Polres atau Polsek terdekat di sekitar lokasi anda.


9. Fotokopi kartu AK-1 atau kartu kuning

Meletakkan lampiran fotokopi kartu AK-1 atau sering dikenal dengan kartu kuning sesudah SKCK merupakan cara menyusun berkas lamaran kerja yang baik dan benar.

Kartu tersebut andalah tanda pengenal bahwa anda sedang mencari sebuah pekerjaan. Jika anda menyertakan fotokopi katru AK-1 ini, maka kemungkinan besar perusahaan akan tertarik dengan lamaran anda.

Kartu kuning ini bisa didapatkan di kantor Disnaker Kabupaten/Kota sesuai dengan tempat anda tinggal pada saat ini. 

Anda juga bisa mengurusnya dalam sehari saja dan tak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, anda hanya cukup membayar fotokopi berkas saja.


10. Surat Keterangan Sehat

Selain cara menyusun berkas lamaran Kerjadiatas, terdapat berkas penting yang harus dilampirkan berikunya seperti, surat keterangan sehat dari dokter.
 
Di beberapa perusahaan terkadang mewajibkan pelamar untuk melampirkan surat tersebut, tetapi akan lebih baik jika anda sudah mempersiapkannya terlebih dahulu agar tidak terburu-buru jika dibutuhkan dalam waktu mendesak.


11. Fotokopi Surat Keterangan Kerja

Meletakkan fotokopi surat keterangan kerja setelah surat sehat merupakan cara menyusun berkas lamaran kerja yang benar dan tepat.

Karena, jika anda pernah bekerja sebelumnya kemudian berhenti, akan lebih baik jika anda turut melampirkan surat paklaring saat menyerahkan dokumen lamaran kerja.

Surat tersebut bisa menjadi faktor pendukung apakah anda bisa diterimak di pekerjaan tersebut atau tidak.

Bagi anda yang tidak pernah bekerja, maka tak perlu khawatir karena surat tersebut tidak wajib dilampirkan jika belum mempunyai pengalaman bekerja.

Cukup anda serahkan saja surat hasil magang atau sertifikat magang karena berkas tersebut akan menjadi nilai plus untuk bisa diterima bekerja.


12. Fotokopi Sertifikat Pendukung

Sebagai cara menyusun berkas lamaran kerja yang benar, maka anda harus meletakkan sertifikat yang anda miliki pada bagian paling belakang.

Berkas satu ini sifatnya tidak wajib, namun terdapat beberapa perusahaan yang meminta pelamar untuk melampirkannya sebagai salah satu syaratnya.

Jika Anda memiliki beberapa kegiatan dengan sertifikat, maka anda bosa coba cantumkan saat melamar kerja karena bisa menjadi nilai tambah dan sisi kompetitif dari perusahaan tersebut.

Selain itu, anda juga sebisa mungkin untuk melampirkan sertifikat yang masih satu bidang atau paling tidak relevan dengan posisi yang dilamar agar bisa meyakinkan pihak HRD.


Akhir Kata

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan kepada anda mengenai cara menyusun Berkas Lamaran kerja.

Semoga dengan penjelasan yang kami sampaikan diatas dapat membantu anda untuk menyusun berkas lamaran pekerjaan secara baik dan benar.

Jika ulasan yang kami sampaikan di atas bermanfaat, maka anda bisa share atau bagikan artikel ini ke akun media sosial anda.

Untuk informasi lebih lengkap, maka anda bisa terus simak situs web kami ini agar tidak ketinggalan informasi seru dan menarik lainnya,
Dody S. Praktisi teknologi, editor dan jurnalis di 1001Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel