Cara Menghitung HPP 2022

Cara menghitung HPP
Cara menghitung HPP
biasanya dilakukan oleh para pemilik usaha agar bisa mengetahui cara menentukan harga jual pokok yang menjadi salah satu hal yang harus dipahami.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang bisa digunakan untuk menentukan harga jual produk yaitu seperti halnya biaya variabel dan biaya tetap.

Pada dasaranya, harga jual merupakan suatu harga yang dibebankan kepada para pembeli ataupun konsumen.

Nilai tersebut didapatkan dengan cara menjumlahkan biaya produktif, biaya produksi dan juga keuntungan yang ingin di dapatkan oleh pemilik bisnis.

Oleh karena itu, sebagai seorang pembisnis jangan sampai anda mengalami kerugian karena salah menetapkan harga jual produk.

Berbicara mengenai Harga Pokok Pejualan atau HPP, pada artikel kali ini kami akan memberikan metode tentang cara menghitung HPP pada ulasan selanjutnya.


Maksud dengan HPP?


HPP atau Harga Pokok Penjualan merupakan pengeluaran dan juga beban yang dikeluarkan secara langsung ataupun tidak langsung dengan tujuan untuk menghasilkan poduk ataupun jasa.

Yng termasuk ke dalam Harga Produk Penjualan yaitu seperti biaya tenaga kerja, overhead dan juga bahan.

Perusahaan harus bisa menentukan Harga Produk Penjualan untuk semua produk atau barang yang dijual guna menghitung keuntungan.

HPP sendiri di atur sedemikian rupa agar sesuai dengan target pasar yang dituju oleh produsen atau penjual dan bisa diterima oleh masyarakat secara umum.

Meskipun dapat dikatakan bahwa ini merupakan hal yang cukup sederhana yang apabila salah dalah pentuannya, perusahaan dapat mengalami kerugian.

Setiap biaya yang di masukkan ke dalam harga pokok penjualan atau HPP merupakan biaya yang berhubungan secara langsung dengan produk tertentu yang di tawarkan oleh perusahaan.

Contohnya saja seperti biaya produksi, assembly, impor dan lainnya yang berkaitan dengan produk tersebut.

Oleh karena itu, Harga Pokok Penjualan dibuat agar perusahaan memahami secata detail mengenai biaya dan produk tersebut.


1. Cara Menghitung HPP / Harga Pokok Penjualan

Cara Menghitung HPP
Cara Menghitung HPP / Harga Pokok Penjualan
Cara menghitung HPP yaitu dengan cara menambahkan Pembelian Bersih ke Persediaan Awal di periode tertentu, lalu menguranginya dengan Persediaan Akhir di periode tersebut.

Berikut ini adalah cara menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP yaitu sebagai berikut:

HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal - Persediaan Akhir

a. Pembelian Bersih


Pembelian bersih merupakan keseluruhan pembelian barang dagangan yang dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.

Ditambah lagi dengan biaya langsung seperti halnya ongkos angkut, pembelian tersebut kemudian dikurangi dengan potongan pembelian dan juga retur pembelian.

Sehingga cara menghitung HPP akan diperoleh nilai pembelian yang bersih atau sebenarnya dalam satu periode itu sendiri.

b. Persediaan Awal


Persediaan awal barang dagang adalah persediaan barang yang tersedia pada awal periode akutansi perusahaan tersebut.

Misalnya, saat awal bulan ataupun awal tahun saldo persediaan awal barang tersebut dapat dicek di laporan neraca saldo periode berjalan ataupun saldo yang ada di awal perusahaan tahun sebelumnya.

c. Persediaan Akhir


Persediaan akhir barang dagang merupakan persediaan barang yang masih tersedia di akhir periode akutansi perusahaan.

Misalnya, di akhir bulan atau di akhir tahun buku berjalan, maka nilai saldo tersebut akan diperoleh dari perhitungan stok opname atau stok fisik.

Hal tersebut berlaku untuk berbagai perusahaan yang belum menggunakan aplikasi stok ataupun akutansi.

Berikut ini adalah contoh dari Cara Menghitung HPP pada perusahaan dagang dari sebuah toko rutel yang menjual cemilan ataupun makanan ringan.

Dimana toko tersebut sedang menyiapkan laporan keuangan di akhir tahun dan menghitung jumlah persediaan di awal tahun.

Adapun datanya yaitu sebagai berikut:

Diketahui:
  • Persediaan Awal Barang Tahun 2021 = Rp.300.000.000,-
  • Pembelian Baru Selama Tahun 2021 = Rp.500.000.000,-
  • Persediaan Akhir Barang Tahun 2021 = Rp. 200.000.000,-
Penyelesaian:
  • HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal Barang - Persediaan Akhir Barang
  • HPP+ = Rp. 500.000.000 + Rp. 300.000.000 - Rp. 200.000.000
  • HPP = Rp. 600.000.000,-
Jadi, toko ritel menjual produk dagangannya sebesar Rp. 600.000.000,- selama tahun 2021 dan menyisakan barang sebesar Rp.100.000.000,- pada tanggal 31 Desember 2021.

Informasi tersebut tidak hanya bisa membantu toko ritel dalam merencanakan pembelian untuk tahun depan, tapi juga membantu perusahaan dalam melakukan evaluasi terkait biayanya.

HPP juga bisa memberikan informasi terkait margin penjualan pada setiap produk jika dibuat penggolongan untuk setiap kategori produk.

Sehingga manajemen bisa mengetahui produk mana saja yang menguntungkan dan juga menghasilkan uang paling banyak.

Akan tetapi jika anda menggunakan aplikasi Penjualan dan inventori, maka perhitungan Persediaan akan dilakukan secara otomatis saat anda melakukan input Pembelian barang dan Penjualan Barang.

Jadi, stok akhir bisa selalu terupdate secara real time dan pastinya Harga Pokok Pembelian akan dihitung secara otomatis oleh sistem tersebut setiap saat.

Harga Pokok Penjualan juga bisa diketahui secara lebih detail per kategori barang, per barang dan juga total perusahaan.


2. Rumus Harga Pokok Penjualan atau HPP Pada Perusahaan Manufaktur

Cara Menghitung HPP
Rumus Harga Pokok Penjualan atau HPP Pada Perusahaan Manufaktur
Perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP pada suatu perusahaan manufaktur jauh lebih sulit dibandingkan perusahaan dagang.

Hal tersebut terjadi karena pada perusahaan dagang kita hanya akan membeli kemudian menjual barang yang saja sehingga biaya yang timbul dari barang yang dibeli tidak banyak.

Biasanya hanya ada ongkos angkut saja, namun pada perusahaan manufaktur akan terjadi perubahan dari bahan baku kemudian di proses menjadi barang jadi sehingga akan menimbulkan biaya tambahan.

Oleh karena itu, untuk menghitung HPP perusahaan manufaktur maka anda harus menggunakan rumus yaitu sebagai berikut:
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi - Persediaan Akhir Barang Jadi.
Harga Pokok Produksi adalah harga yang di peroleh dari Bahan Baku yang digunakan ditambah dengan biaya produksi yang timbul duna mengubah Bahan Baku menjadi barang yang sudah jadi.

Adapun tahapan cara menghitung HPP yaitu sebagai berikut:

a. Menghitung Bahan Baku yang Dipakai


Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung bahan baku yang digunakan perusahaan:
  • Bahan Baku yang Digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku - Persediaan Akhir Bahan Baku


b. Menghitung Biaya Produksi


Di bawah ini adalah rumus yang bisa anda gunakan untuk menghitung total biaya produksi:
  • Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

c. Menghitung Harga Pokok Produksi


Berikut ini adalah rumus yang bisa anda gunakan untuk menghitung harga pokok produksi di suatu perusahaan.
  • Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi - Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi.
Contoh cara menghitung HPP pada Perusahaan Manufaktur seperti contoh yang telah di bahas di atas.

Kita akan menggunakan toko ritel yang menjual makanan ringan atau cemilan, dimana pedagang hanya akan membeli barang tersebut lalu di jual kembali.

Lalu, pemilik toko ingin melakukan produksi sendiri untuk beberapa jenis makanan ringan yang memiliki tingkat penjualan yang baik salah satunya yaitu cemilan produk keripik singkong.

Hal tersebut dilakukan agar pemilik toko dapat memperoleh keuntungan yang lebih banyak dan menjual hasil produksinya ke toko lain di luar toko miliknya.

Di dalam contoh kali ini, perusahaan memiliki persediaan bahan baku di awal tahun senilai Rp. 300 juta, kemudian barang yang berada di dalam proses produksi senilai Rp. 200 juta.

Serta persediaan Finished Goods atau barang yang sidah jadi dan siap untuk di jual senilai Rp. 500 juta di awal tahun 2021.

Di tahun yang sama perusahaan tersebut membeli bahan baku senilai Rp. 800 juta dengan biaya ongkos kirim senilai Rp. 80 juta.

Selain itu, terdapat juga biaya tenaga kerja dan juga perawatan mesin selama tahun 2021 yaitu senilai 150 juta.

Pada akhir tahun 2021, sisa penggunaan bahan baku senilai Rp. 200 juta dimana sisa persediaan dalam prosesnya senilai Rp. 100 juta dan sisa barang dari produk yang dapat dijual senilai Rp. 300 juta.

Berapakah HPP Perusahaan tersebut?

Diketahui:
  • Persediaan Awal Bahan Baku = 300.000.000
  • Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi = 200.000.000
  • Persediaan Awal Barang Jadi = 500.000.000
  • Pembelian Bahan Baku = 800.000.000
  • Biaya Pengiriman = 80.000.0000
  • Biaya Tenaga Kerja dan Perawatan Mesin = 150.000.000
  • Persediaan Akhir Bahan Baku = 200.000.000
  • Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi = 100.000.000
  • Persediaan Akhir Barang Jadi = 300.000.000
Penyelesaian:

Perhitungan Harga Pokok Penjualan dalam kasus di atas harus dihitung melalui empat tahapan seperti yang disebut sebelumnya, Adapun tata caranya yaitu sebagai berikut:

a. Menghitung Bahan Baku yang Digunakan

  • Bahan Baku yang Digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku - Persediaan Akhir Bahan Baku
  • Bahan Baku Yang Digunakan = 300.000.000 + (800.000.000 + 80.000.000) – 200.000.000
  • Bahan Baku Yang Digunakan = 980.000.000

b. Menghitung Total Biaya Produksi

  • Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi
  • Total biaya produksi = 980.000.000 + 150.000.000
  • Total biaya produksi = 1.130.000.000

c. Menghitung Harga Pokok Produksi

  • Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi – Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi
  • Harga Pokok Produksi = 1.130.000.000 + 200.000.000 – 100.000.000
  • Harga Pokok Produksi = 1.230.000.000

d. Menghitung Harga Pokok Penjualan

  • HPP = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi – Persediaan Akhir Barang Jadi
  • HPP = 1.150.000.000 + 500.000.000 – 300.000.000
  • HPP = 1.430.000.000
Maka HPP Perusahaan Manufaktur tersebut adalah Rp. 1.430.000.000,-


Akhir Kata

Itulah seluruh isi pembahasan yang dapat kami jabarkan kepada anda seputar cara menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan.

Setelah mengetahui bahwa penghitungan Harga Pokok Penjualan sangat penting agar anda bisa memahami dengan jelas berapa modal yang akan dikeluarkan atau barang yang akan dijual.

Hal tersebut tentu akan meningkatkan kehati-hatian kita supaya tidak hanya fokus pada tingkat penjualan saja.

Namun, karena kita salah dalam menghitung HPP maka hal tersebut akan berakibat sangat fatal untuk setiap produk yang di jual.

Bukannya mendatangkan banyak untung, tapi justru bisa membuat bisnis anda rugi dalam jumlah yang tidak sedikit.

Demikian informasi yang dapat kami bagikan kepada anda mengenai cara menghitung HPP pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Dody S. Praktisi teknologi, editor dan jurnalis di 1001Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel